Wabup OKUT Tinjau Lokasi Ruas Jalan Tumi Jaya

oleh -271 views

OKU Timur, IN – Wabup OKUT Fery Antoni SE melakukan Sidak (inspeksi mendadak), tinjau jalan Kabupaten yang rusak parah. Karena setiap hari dilalui kendaraan angkutan batu, dengan kapasitas besar. Selain rusak jalan juga berdebu, membuat masyarakat di wilayah desa Tumi Jaya Kecamatan Jaya Pura Kabupaten OKU Timur, merasa terganggu kesehatannya. Kamis, 19/11/2020.

(alt="")wabup Okut

Polusi debu yang ditimbulkan membuat rumah warga kotor dan kenyamanan jarak pandang saat melintas di jalan terganggu. Serta membuat kesehatan masyarakat terinfeksi akibat menghirup Polusi Debu.

Wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni, SE, mengatakan, jalan ini cepat rusak karena setiap hari kendaraan pengangkut batu yang melintas tonasenya hingga 20 ton. Sedangkan kapasitas hanya 8 (delapan) ton. Kondisi jalan yang hancur menjadi keluhan masyarakat. Karena itu perusahaan batu harus ikut bertanggungjawab atas kerusakan jalan.

“Penyebab kerusakan ini salah satunya oleh kendaraan tonase besar milik beberapa perusahaan batu di daerah ini untuk itu Pemkab OKU Timur akan memanggil pihak perusahaan agar bertanggungjawab dalam perbaikan jalan.” Terangnya.

Selain itu, Jalan kabupaten ini merupakan jalan kelas tiga dengan yang seharusnya dilalui oleh mobil angkutan dengan kapasitas maksimal delapan ton. Sedangkan ini setiap hari dilalui oleh kendaraan dengan muatan 15 hingga 20 ton, tentu jalan akan rusak.

“Seluruh perusahaan batu harus ikut bertanggungjawab atas kerusakan jalan dan kita akan panggil seluruh perusahaan batu di Jaya Pura, setiap perusahaan ada CSR kita minta perusahaan-perusahaan itu ikut bertanggungjawab membangun jalan yang rusak jika tidak tentu akan ada sanksi dari Pemkab.” Ujar Wabup OKUT Fery Antoni SE.

Beliau juga menambahkan, setiap perusahaan pasti ada CSR, belum pernah ada sumbangsih dari perusahaan melalui CSR ke Pemkab OKU Timur. Untuk itu kedepan perusahaan-perusahaan tersebut akan ditertibkan.”Jangan perusahaan tidak perduli dengan kondisi daerah, perusahaan mencari untung di daerah kita tapi tidak meperdulikan kondisi daerah kita,”ungkapnya.

Sementara itu, Eko Jumanto warga Desa Tumi Jaya, Kecamatan Jaya Pura, menambahkan, kerusakan jalan akibat truk tronton pembawa batu melintas. Tidak ada bantuan untuk perbaikan jalan dari perusahaan. Akibatnya kondisi jalan debuan dan membuat kotor, masyarakat sudah sempat demo meminta perusahaan batu bertanggungjawab.

“Akibat polusi debu ada masyarakat sakit dan terinsfeksi saluran pernafasan, kita minta perusahaan melakukan perbaikan jalan.” Ujarnya.

Sedangkan Gn salah seorang sopir dumd truck milik sebuah perusahaan batu pecah mengakui kapasitas mobil yang dibawanya sebesar 20 ton. Setiap hari mengakut batu ke arah Tanjung Enim. “Kita ini hanya sopir pak sehingga tidak tahu tentang larangan angkutan berat.” Pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email