OKU Timur, IN – Sebuah organisasi tidak hanya dibangun oleh program dan kegiatan, tetapi juga oleh hubungan antaranggotanya. Ketika komunikasi terjalin, silaturahmi terjaga dan kekompakan tumbuh, organisasi memiliki energi yang lebih kuat untuk menjalankan perannya.
Pesan itulah yang mengemuka dalam Jambore Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten OKU Timur Tahun 2026 yang digelar di Balai Rakyat Pemkab OKU Timur, Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan ini mempertemukan anggota DWP dari berbagai instansi dan kecamatan dalam suasana kebersamaan sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat soliditas organisasi.
Ketua TP PKK Kabupaten OKU Timur sekaligus Penasehat DWP Kabupaten OKU Timur, dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes., menekankan bahwa jambore hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan berkumpul. Pertemuan tersebut harus dimanfaatkan untuk membangun komunikasi, mempererat silaturahmi dan menjaga kekompakan antar anggota DWP.
“Jaga kekompakan dalam organisasi. Manfaatkan jambore ini untuk menjalin silaturahmi dengan anggota DWP dari berbagai instansi dan kecamatan,” ujar dr. Sheila.
Pesan dr. Sheila tidak berhenti pada urusan organisasi. Ia juga mengingatkan setiap anggota DWP untuk menjaga nama baik suami sebagai bagian dari keluarga ASN.
Menurutnya, peran tersebut merupakan tanggung jawab yang perlu dijaga bersama. Sikap dan perilaku di tengah keluarga maupun masyarakat turut menjadi bagian dari bagaimana sebuah keluarga ASN dipandang oleh lingkungan sekitarnya.
“Jaga nama baik suami. Karena sebagai anggota DWP, kita juga membawa nama baik keluarga,” pesannya.
dr. Sheila juga meminta seluruh peserta mengikuti jambore dengan sungguh-sungguh. Setiap kegiatan yang dilaksanakan diharapkan tidak sekadar menjadi aktivitas bersama, tetapi dapat dimanfaatkan untuk membangun kekompakan, saling mengenal dan memperkuat hubungan antaranggota.
Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten OKU Timur, Monica Patriana Rusma, menempatkan kebersamaan sebagai nilai utama dalam pelaksanaan jambore. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan semata-mata tentang hasil perlombaan, melainkan bagaimana anggota DWP dapat membangun kerja sama dan menikmati proses kebersamaan.
“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Esensi dari kegiatan ini adalah kebersamaan dan kerja sama,” kata Monica.
Pesan tersebut menjadi penting karena DWP menghimpun anggota dari berbagai unit organisasi dan wilayah. Perbedaan lingkungan kerja dan tempat tinggal tidak seharusnya menjadi jarak, tetapi justru menjadi kesempatan untuk saling mengenal dan memperkuat hubungan sebagai satu keluarga besar DWP Kabupaten OKU Timur.
Melalui Jambore DWP Tahun 2026, kebersamaan kembali ditegaskan sebagai modal penting dalam menjaga soliditas organisasi. Bukan hanya agar DWP semakin kompak dalam menjalankan kegiatan, tetapi juga agar setiap anggotanya mampu membawa nilai positif tersebut ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Karena kekuatan sebuah organisasi bukan hanya terlihat ketika semua anggotanya berkumpul, tetapi ketika kebersamaan yang dibangun mampu tetap hidup setelah kegiatan berakhir.