Ada Apa Dengan PT MEP Muba Terhadap PT PLN

oleh -921 views

Plakattinggi Muba, IN – Listrik merupakan kebutuhan bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, baik yang mempunyai usaha ataupun rumah tangga. Tetapi sungguh disayangkan sudah Dua hari listrik dikecamatan plakat tinggi Kabupaten Musi Banyuasin tidak menyala diduga PT. Muba Elektric Power (MEP) tutup mata.

Pantauan awak media dilapangan,Rabu 30/12/2020 tampak dimalam hari plakat tinggi gelap gulita lampu listriknya tidak menyala.

Menurut keterangan salah seorang warga Herman(30) kalau di plakat tinggi lampunya (MEP) sudah dua hari tidak menyala dan sudah pasti berdampak pada usaha warga dan juga rumahtangga.

“Iya listrik ditempat saya plakat tinggi sudah dua hari tidak menyala dan tidak tau apa penyebabnya dan dari pihak MEP tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu untuk mematikan lampu listriknya.” Cetusnya.

Lanjutnya, akibat mati lampu ikan dan sayur mayur didalam kulkas saya menjadi busuk, sinyal Telkomsel menjadi lumpuh jelas sangat merugikan bagi warga.

“saya berharap kepada pemerintah terkait untuk sesegera mungkin menyelesaikan permasahan listrik (MEP) diplakat tinggi ini.” Harapnya.

Senada Hasim(30)seorang pengusaha foto copy saat dibincangi awak media menceritakan, semenjak mati lampu penghasilannya turun drastis.

“Usaha photocoppy saya tergantung pada listrik ya kalau listrik tidak menyala secara otomatis usaha saya terhambat alias rugi, saya berharap kepada MEP dan pemerintah agar mencari solusi terkait lampu listrik tidak menyala di kecamatan plakat tinggi.” Imbuhnya.

Terpisah ketua LSM GTPK Warto sangat menyayangkan. “Dengan keadaan ini, yang terjadi di plakat tinggi yang mengakibatkan sering terjadinya mati lampu, memang hampir menyeluruh di wilayah kabupaten Musi Banyuasin ini, sering terjadi mati lampu, seperti Akhir-Akhir ini sering mati di kecamatan Keluang, kecamatan Bayung lencir, dan kecamatan lainnya.

“Harapan saya untuk pengurus PT PLN maupun PT. MEP agar bekerja secara profesional dan benar benar mementingkan kebutuhan masyarakat atau pelanggannya, seperti normalnya akan lampu dan arus listrik.” Harapan Warto selaku ketua umum DPP LSM-GTPK yang berdomisili di Muba.

Sementara Direktur PT. Muba Elektric power (MEP) wilayah Muba Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp Nya mengatakan. “Dimatikan pihak PLN sehubungan hutang lama yang harus di bayarkan sebesar 25,4 m di Desember ini, kita mep hanya mampu bayar 8,3 m terakhir PLN Palembang minta dibayarkan lagi 15,2 m hari ini dan Kami tidak mampu meminta pada masyarakat pelanggan MEP yang telah menunggak sebesar 34 m untuk segera dibayarkan lunas hari ini. Kami sedang berusaha mencarikan pinjaman untuk membayar hutang lama ini kepada PLN, doakan saja agar dapat jalan yang terbaik agar pelanggan MEP tetap menikmati lampu dengan handal.” Jelasnya.

Dan bagaimana nasib pelanggan yang tidak ada tunggakan?

Lanjutnya “Nah inilah kelemahan kami tidak melakukan pemutusan/pencabutan kepada pelanggan yang menunggak sejak 2013 dengan akibatnya berdampak kepada pelanggan yang tidak pernah menunggak, Untuk itu kita sudah melakukan migrasi dengankwh meter terbarukan, kita sudah melakukan sosialisasi agar tidak lagi terjadi penunggakan turun ke desa desa, membuka loket khusus bayar tunggakan, yang termudah bayar tunggakan di BRI, semua kita lakukan sampai hari ini.” Pungkasnya.(ril/As)

Print Friendly, PDF & Email