Jelang Ramadhan Diskoperindak Banyuasin Sidak Pasar Jaga Stabilitas Ketersediaan Pangan

oleh -472 views
oleh

Banyuasin, investigasinusantara.com –Menjelang Bulan Ramadhan, Dinas Koperasi, Perdagangan (Diskoperindag) dan UKM Banyuasin melakukan sidak di Pasar Pangkalan Balai Kabupaten Banyuasin Senin (12/04/2021).

Sidak ini bertujuan untuk memastikan stabilitas harga, ketersediaan pangan dan keamanan pangan di sejumlah pasar Kabupaten Banyuasin.

Kepala Diskoperindag dan UKM Banyuasin, Erwin Ibrahim mengatakan dalam sidak ini pihaknya menemukan beberapa makanan yang mengandung zak berbahaya seperti Mie basah yang memiliki mengandung Formasi. Kemudian pihaknya juga mengambil beberapa sampel makanan seperti cendol, cincau dan cendil yang diduga mengandung zat Pewarna berbahaya.

Baca Juga :  MENGENANG JASA PAHLAWAN KE-75, KETUA TP PKK BERIKAN BANTUAN KEPADA VETERAN KABUPATEN LAHAT

“Kita telah melakukan pengujian dan menemukan mie yang mengandung formalin. kita juga mengambil beberapa bahan makanan seperti cendil dan cincau untuk dilakukan pengujian. Saat ini kita hanya melakukan peringatan, kedepan kita akan penyitaan dan tindakan tegas,”jelasnya.

Selain itu, dalam sidak ini juga ditemukan adanya kenaikan harga daging sapi yaitu sebesar Rp 140 ribu. Kenaikan ini disebabkan ketersediaan daging yang mulai mengalami kelangkaan.

“Dalam kenaikan harga ini lihat ketersediaan stok dan setelah Kita tanya pedagang mereka mengakui karena ada kelanggkaan. Kita akan berkoordinasi dengan bulog dan pihak pemotongan daging untuk suplay kekurangan yang ada,”ujar Erwin.

Baca Juga :  FMJK Minta KPK Pantau Dugaan DPRD Muba Main Proyek Dengan Dalil Pokir

Asisten II Sekertariat Daerah Kabupaten Banyuasin Muhammad Yusuf yang ikut melakukan sidak mengatakan bahwa untuk saat ini ketersediaan pangan di Kabupaten cukup dan harga sembako belum ada ditemukan ada lonjakan yang signifikan.

“Pagi hari ini mengadakan ketersediaan pangan dan harga. Kami temukan persediaan cukup dan harga belum lonjakan. Ada beberapa kenaikan seperti harga telor sebesar Rp 200-500 perkilogram, cabe nurun, kita pantau terus, agar ketersediaan cukup,”jelasnya.

Baca Juga :  Biadab dan Bejat ! Bapak Perkosa Anak sampai Dua Kali Hamil

Sementara salah satu pedagang Tuti mengatakan bahwa harga cabe saat ini mengalami penurunan. Harga cabe merah keriting seharga Rp 50 ribu perkilogram, cabe rawit hijau Rp 45 ribu perkilogram dan cabe rawit setan Rp 80 ribu perkilogram.

“Harga cabe sekarang menurun begitu juga dengan harga bawang antara Rp 25 ribu – Rp 30 ribu, sedangkan mie tadi saya beli dari pasar Jakabaring,”katanya. (***)

Print Friendly, PDF & Email