OKI Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Sumsel

oleh -841 views
oleh

OKI, inveatigasinusantara.com – Perekonomian masyarakat Ogan Komering Ilir (OKI) tampaknya masih tangguh menghadapi dampak pandemi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), OKI mengalami pertumbuhan 0,24 persen.

Sumbangsih ini relatif tinggi dibanding kabupaten kota lainnya di Sumsel, bahkan jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Provinsi sumsel yg terkontraksi -0,11 persen. Sumbangan OKI untuk pertumbuhan ekonomi (source of growth) Sumsel 2020 adalah 0,02 persen.
.
“Itu tertinggi karena kontribusi kabupaten kota lain terhadap pertumbuhan ekonomi sumsel tidak sampai 0,02 persen bahkan beberapa justru negatif,”ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKI, Yudhistira, Senin kemarin(15/3) di Kayuagung.

Baca Juga :  BUPATI DAN WAKIL BUPATI LAHAT SERAHKAN SECARA SIMBOLIS BLT DI KECAMATAN MULAK SEBINGKAI

Yudhis mengungkapkan perekonomian OKI masih tangguh karena ditopang sektor pertaniannya, yang diperlihatkan produktifitas petani justru meningkat sangat signifikan (produktifitas petani padi tertinggi ke 2 di sumsel) di masa pandemi ini.

“Disisi lain, walaupun OKI bukan daerah penghasil migas, namun perekonomiannya memberikan kontribusi nomor empat terbesar di Sumsel (6,34 persen) setelah daerah-daerah penghasil/pengolah migas (Palembang, Musi Banyuasin, dan Muara Enim) dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yg mencapai lebih dari 29 Trilyun Rupiah,”jelas Yudhis.

Baca Juga :  PENGUKUHAN PENGURUS SAKA WIDYA BUDAYA BAKTI PRAMUKA KWARTIR CABANG DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN LAHAT

Terkait angka kemiskinan ungkap Yudhis, Kabupaten OKI memang masih menempati urutan ke 4 di Sumsel, namun penurunan angka kemiskinannya signifikan setiap tahunnya.

Yudhis merinci pada tahun 2017 persentase penduduk miskin di OKI 15,75 persen. Di tahun 2020 mengalami penurunan hingga 3,72 ribu jiwa atau menjadi 14,73 persen. .

Penurunan kemiskinan OKI ditahun 2020 kata dia merupakan penurunan tertinggi ke 2 di sumsel (15,01 persen di tahun 2019 menjadi 14,73 persen di 2020).

Baca Juga :  Dari Ketahanan Pangan hingga Siskamling, Polda Sumsel Buktikan Presisi Polri Berdampak Nyata di Panggung Nasional

“Dalam tiga tahun terakhir ada penurunan lebih dari 1 digit. Artinya terus berprogress, program dan intervensi pemerintah daerah terhadap penanggulangan kemiskinan cukup berhasil,”terangnya.(***)