Pembangunan Bendungan Waduk Tiga Dihaji Sebabkan Polusi dan Rusaknya Jalan

oleh -1,205 views
oleh

OKU Selatan, investigasinusantara.com – Puluhan alat berat yang digunakan untuk proses pembangunan mega proyek bendungan Waduk Tiga Dihaji menimbulkan dampak polusi debu dan menyebabkan jalan rusak berlubang sehingga menjadi salah satu penyebab Lakalantas.

Sedikitnya delapan desa di Kecamatan Tiga Dihaji Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan yang terkena dampak tersebut. Salah satunya Desa Kual Kecamatan Tiga Dihaji.

Tokoh masyarakat setempat, Hasanudin, mengatakan debu yang berasal dari proyek bendungan Tiga Dihaji menyebabkan polusi udara dan rusaknya jalan raya di beberapa titik membahayakan warga dan pengguna jalan sejak April lalu.

Baca Juga :  Rapat Paripurna Ke XI DPDR OKU, Peringati Hari Jadi Kabupaten OKU Ke 111 Tahun 2021

“Kondisi jalan menuju proyek bendungan Tiga Dihaji ini cukup rawan ditambah lagi polusi debunya, masyarakat sekitar mengeluhkan debu yang bertebaran sehingga menganggu pernafasan,” ujar Hasanudin, Sabtu 11-06-2021.

Selain itu, Hasanudin mengungkapkan puluhan kendaraan alat berat yang melintas dengan tonase tinggi di lokasi pembangunan Waduk Tiga Dihaji menyebabkan rusaknya jalan yang dilintasi.

“Mobil pengangkut (alat berat) yang lewat sini menyebabkan jalan rusak parah, banyak yang berlubang sehingga rawan kecelakaan di beberapa titik,” tambahnya.

Baca Juga :  Kabupaten OKU Raih Penghargaan TASPEN Award 2022 se Indonesia

Warga setempat menyiram jalan di depan rumah masing-masing menggunakan ember untuk meminimalisir terjadinya polusi debu yang mengancam kesehatan mereka.

Hasanudin menyampaikan harapan warga setempat agar pihak terkait bertanggung jawab memperbaiki akses jalan guna keselamatan pengendara serta memikirkan kesehatan warga yang terdampak polusi debu terutama di delapan desa wilayah Kecamatan Tiga Dihaji.

“Harapan kami, perusahan yang mengerjakan proyek ini bekerja sama dengan pemerintah kabupaten mengatasi persoalan ini sehingga masyarakat tidak terganggu oleh polusi debu dan terhindar dari kecelakaan.” Harapnya.

Baca Juga :  Plh Bupati Edward Candra Hadiri Paripurna Pandangan Umum DPRD Terhadap RPJMD OKU

Bahkan, warga yang merasakan dampak polusi dan kerusakan jalan akan menghadap wakil rakyat DPRD Kabupaten OKU Selatan mencari solusi perihal kerusakan jalan dan debu yang mengancam kesehatan warga.

“Kalau memang tidak ada perhatian dari perusahaan dan pemerintah Kabupaten, kami akan meminta solusi kepada wakil rakyat,” pungkasnya. (***)