Dua Bocah Ditemukan Meninggal Tenggelam di Sungai Sub Sekunder

oleh -499 views
oleh

OKU Timur, IN – Dua sekawan berinisial NR (8), dan MD (8), tenggelam di sungai sub Sekunder Sumber Asri Desa Srikaton, Kecamatan Buay Madang Timur, Senin 26 Agustus 2024 sekira pukul 12.15 WIB.

Kedua korban ini ditemukan dengan kondisi meninggal dunia. Kedua korban merupakan warga Desa Sukamaju, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur.

Diketahui, kedua juga sama-sama menimba ilmu di SD Bali Luhur Kecamatan Buay Madang Timur dan saat ini masih duduk di kelas 2.

Baca Juga :  Pimpin Sertijab Kapolres OKU Timur, Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Andi Rian R. Djajadi; Pergantian Jabatan Diharapkan Beri Semangat Baru Polres OKU Timur

Kapolres OKU Timur AKBP Kevin Leleury SIK MSi melalui Kapolsek Buay Madang Timur IPTU Saparyanto SH mengatakan, bahwa kejadian ini dilaporkan oleh Didi Wirasaputra (35).

Dimana setelah saksi Didi mendapat informasi dari Anak SMP yang baru pulang sekolah bahwa ada anak – anak tenggelam di sungai Sub Sekunder Sumber Asri Desa Srikaton.

“Kemudian saksi melakukan upaya pencarian dengan menyelam, lalu saksi menemukan korban sudah berada dasar sungai dan mengangkat korban ke daratan,” katanya, Senin (26/08/2024).

Baca Juga :  Jokowi Beri Sinyal Reshuffle, 2Indos Menilai Budiman Sudjatmiko Sosok Yang Pantas Jadi Menteri

Lanjut kata dia, selanjutnya saksi dibantu warga atas nama Priyo dan Bintoro membantu pertolongan pertama pada korban.

Namun korban tidak kunjung sadar kemudian membawa korban ke Puskesmas Rawa Bening.

“Mendapat informasi kejadian tersebut personel Polsek Buay Madang Timur langsung mendatangi TKP. Lalu mencatat saksi-saksi dan mendatangi keluarga korban,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, korban di temukan dalam keadaan meninggal dunia. Dirinya juga menjelaskan bahwa kedalaman sungai sekira kurang lebih 1,6 meter.

Baca Juga :  Kapolda : Polda Sumsel Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

“Saat ini korban disemayamkan di rumah duka Desa Suka Maju, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur. Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak akan menuntut siapapun,” pungkasnya.