Dinkes OKU Timur Gelar Lomba Balita Indonesia Tingkat Kabupaten

oleh -54 views
oleh

OKU Timur, IN – Tidak semua kebiasaan anak yang dianggap merepotkan merupakan hal yang harus dihentikan. Di balik tingkah laku yang sering kali membuat orang tua kewalahan, bisa saja tersimpan potensi dan bakat yang belum dikenali. Karena itu, memahami tumbuh kembang anak tidak cukup hanya memastikan mereka sehat, tetapi juga membutuhkan kepekaan orang tua dalam melihat setiap proses perkembangan yang dialami anak.

Pesan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten OKU Timur, dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes., saat menghadiri Lomba Balita Indonesia Tingkat Kabupaten OKU Timur Tahun 2026 yang digelar di Aula Puri Tani Hotel Parai. Martapura, Rabu, 15 Juli 2026.

Baca Juga :  DISDAGPERIN OKU Timur Serahkan Bantuan Kepada WUB dan IKM

Dalam kesempatan tersebut, dr. Sheila mengajak para orang tua untuk tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan anak, tetapi juga memberikan perhatian terhadap karakter, minat, dan potensi yang mulai tumbuh sejak usia dini.

“Kami berharap keluarga, khususnya orang tua, terus memantau tumbuh kembang anak, rajin membawa ke posyandu untuk imunisasi, dan yang paling penting adalah memberikan asupan makanan yang sehat dan seimbang,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Sheila mengingatkan bahwa tantangan orang tua saat ini bukan hanya membesarkan anak agar tumbuh sehat, tetapi juga memahami setiap keunikan yang dimiliki anak.

“Sering kali kita tidak menyadari bahwa kebiasaan anak balita yang kurang kita sukai justru merupakan bakat yang terpendam. Karena itu, sebagai ibu kita harus cermat dalam mengasuh dan mendidik anak,” katanya.

Baca Juga :  Bangun SDM Berdaya Saing dan Berkarakter, Bupati Enos; Seluruh Elemen Samakan Persepsi Bangun Kualitas Pendidikan yang Lebih Baik

Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi para orang tua untuk melihat tumbuh kembang anak secara lebih utuh. Anak tidak hanya dinilai dari kondisi fisiknya, tetapi juga dari bagaimana potensi, karakter, dan kemampuannya dikenali sejak dini sebagai bekal menuju Generasi Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur, Yakub, S.K.M., M.M., menjelaskan bahwa Lomba Balita Indonesia Tahun 2026 diikuti oleh perwakilan dari 24 puskesmas di Kabupaten OKU Timur.

Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari berat badan, tinggi badan, status gizi, hingga perkembangan psikologis dan kemampuan interaksi sosial anak.

Baca Juga :  Bupati Enos Bersama Kadinsos Serahkan Bantuan UEP dan Bantuan Sembako, Masyarakat Pra Sejahtera di Kecamatan BMT

“Kami menggunakan standar WHO untuk menilai apakah berat dan panjang badan balita sudah masuk kategori normal. Tidak boleh terlalu kurus ataupun terlalu gemuk, tetapi harus proporsional,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten OKU Timur berharap semakin banyak keluarga yang menyadari pentingnya pemenuhan gizi, imunisasi, serta pendampingan tumbuh kembang anak sejak usia dini. Lomba Balita Indonesia Tahun 2026 mempertandingkan kategori usia 6-24 bulan dan 2-5 tahun. Para pemenang selanjutnya akan mewakili Kabupaten OKU Timur pada tingkat Provinsi Sumatera Selatan.