Banyuasin, IN — Protes warga terkait buruknya distribusi air bersih di Kabupaten Banyuasin kian meluas. Sejumlah masyarakat di beberapa kelurahan memasang spanduk bernada sindiran bertuliskan “Bayar Terus Air Seret!” sebagai bentuk kekecewaan terhadap pelayanan PERUMDA Tirta Betuah dan pemerintah daerah.
Aksi tersebut terpantau di wilayah Kenten, Sei Sedapat, Azhar, dan sekitarnya. Warga menilai masalah air bersih yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tidak kunjung mendapatkan penanganan serius.
Seorang warga Kenten berinisial F mengatakan, pemasangan spanduk dilakukan untuk menarik perhatian pemerintah daerah, DPRD, hingga pemerintah pusat agar segera turun tangan.
“Sudah belasan tahun kami menghadapi kondisi seperti ini, tapi belum ada perubahan nyata. Air hanya mengalir beberapa kali dalam sebulan,” ujarnya, Jumat (24/4).
Warga mengaku tetap membayar tagihan air secara rutin sekitar Rp60.000 per bulan, meskipun distribusi air dinilai sangat minim. Kondisi tersebut memaksa masyarakat mengeluarkan biaya tambahan hingga ratusan ribu rupiah setiap bulan untuk membeli air bersih dari sumber lain.
Menurut warga, persoalan ini tidak lagi sekadar gangguan layanan, melainkan telah berdampak langsung pada kebutuhan dasar sehari-hari. Mereka pun mendesak adanya langkah konkret dari pemerintah daerah dan pengelola layanan air bersih.
Selain itu, warga juga mengusulkan alternatif solusi, termasuk kemungkinan pengalihan layanan ke PDAM Tirta Musi jika kondisi tidak segera diperbaiki.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PERUMDA Tirta Betuah dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin belum memberikan keterangan resmi terkait meluasnya protes warga tersebut.