Matangkan Kerja Sama, Pelabuhan Linau Siap Menjadi Hub-Ekspor Komoditas Perkebunan dan SDA Muara Enim

oleh -127 views
oleh

Bengkulu, IN – Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.Hum., meninjau langsung Pelabuhan Linau di Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, Jumat, 22/05/2026.

Peninjauan Pelabuhan Linau dilakukan bersama Bupati Kaur, Gusri Pauzi, S.Sos., M.Si., ini merupakan bagian dari penjajakan kerja sama rencana pembangunan jalan penghubung antara Kabupaten Muara Enim ke Kabupaten Kaur sepanjang 45 Km yang saat ini dipisahkan oleh pegunungan Bukit Barisan Hutan Lindung Raje Mendare.

Baca Juga :  Muara Enim - Kaur Sepakati Kerja Sama Buka Konektivitas dan Pengembangan Potensi Daerah

Nantinya jika jalan tersebut terealisasi, maka Pelabuhan Linau sebagai pelabuhan terdekat dengan Kabupaten Muara Enim dapat memangkas waktu dan jarak sebagai alternatif jalur ekspor komoditas perkebunan maupun sumber daya alam Kabupaten Muara Enim.

Didampingi Plh. Sekda sekaligus Kepala Bappeda Kabupaten Muara Enim, Drs. Emran Tabrani, M.Si., dan Ketua TP. PKK Kabupaten Muara Enim, Hj. Heni Pertiwi Edison, S.Pd., Bupati Edison menjelaskan bahwa rencana pembangunan jalan ini sebagai tindaklanjut dari nota kesepakatan sebelumnya yang dituangkan dalam perjanjian kerja sama (PKS) antar-kedua kabupaten untuk nantinya dilaporkan kepada masing-masing gubernur sebagai persetujuan prinsip dalam mendapatkan izin dari Kementerian Kehutanan RI.

Baca Juga :  Dukung Gerakan Sumsel Mandiri Pangan, TP PKK OKU Timur Panen Tanaman Budidaya di Desa Tanjung Mas

Dirinya mengakui, “proses tersebut masih panjang dan perlu kajian lebih lanjut namun Bupati Edison yakin berdasarkan manfaat ekonomis, sosial maupun budaya, rencana ini akan mendapatkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat melalui kementerian terkait,” ucapnya.

Sementara itu Bupati Kaur bertekad untuk segera mempersiapkan langkah-langkah strategis dalam mewujudkan rencana pembangunan jalan sepanjang 14,5 Km di wilayah Muara Enim dan 30,6 Km di wilayah Kaur yang nantinya tersambung ke jalan poros utama Bintuhan sepanjang 57 Km tersebut.

Baca Juga :  Upacara Hari Santri Nasional 2022, Enos : "Dalam Sejarah, Peran Santri Begitu Besar"

“Selain akan mendongkrak sektor pariwisata Kaur, terbukanya akses ke Muara Enim akan memberikan dampak ekonomi melalui pemanfaatan Pelabuhan Linau sebagai hub-ekspor kopi, minyak sawit bahkan batu bara dari Muara Enim,” harapnya.