Diiringi Kulintang, Halal Bihalal Masyarakat Perantau Sumbagsel; Ajang Pertemuan Putra Putri Sriwijaya dalam Menentukan Kemajuan dan Pembangunan Daerah

oleh -17 views
oleh

Palembang, IN – Denting musik kulintang khas Kabupaten OKU Timur mengalun sejak tamu mulai berdatangan di Griya Agung, Palembang, Alunan itu tak sekadar menjadi penyambut, melainkan penanda kuat hadirnya identitas daerah dalam Halal Bihalal Masyarakat Perantau Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Sabtu, 25 April 2026

Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, M.T., M.M. hadir di tengah ribuan undangan dari berbagai kalangan. Suasana terasa hangat dan akrab. Musik kulintang berpadu dengan percakapan para tamu, menciptakan ruang temu yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sarat makna kebersamaan.

Tak berhenti di sana, wastra khas OKU Timur, angkinan, tampil anggun dalam pergelaran busana daerah. Bersanding dengan kain tradisional dari Sumatera Selatan, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Jambi, dan Lampung, angkinan menjadi simbol jati diri yang diperkenalkan di panggung yang lebih luas.

Acara ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani, Gubernur Jambi Abdullah Sani, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan kepala daerah se-Sumbagsel.

Baca Juga :  Polsek BMT Gelar Halal Bihalal Bersama Bhayangkari

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai Sumbagsel memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Ia menyebut kawasan ini kaya akan sumber daya alam, budaya, dan sejarah, namun membutuhkan sinergi yang kuat agar bisa berkembang maksimal,

“Kita ini besar, tapi kalau sendiri-sendiri tidak akan kuat,” ujarnya.

Ia pun mendorong lima provinsi di Sumbagsel untuk duduk bersama menyusun langkah konkret, termasuk membentuk tim kecil guna merumuskan peta jalan pembangunan yang realistis dan dapat segera dijalankan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa gagasan pertemuan ini berangkat dari keinginan untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi Sumbagsel. Ia menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar dalam negara besar seperti Indonesia, ketika putra-putri daerah terpanggil untuk berbuat bagi daerahnya. Namun, ia mengingatkan agar langkah tersebut tidak berhenti pada wacana,

“Fokus saja pada program yang bisa selesai dalam tiga tahun ke depan,” tegasnya.

Baca Juga :  Meriahkan HUT RI Ke-78, Masyarakat Jl Abadi dan Srikandi PP Mengadakan Lomba 17-an

Ia juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya konektivitas Tol Trans Sumatera seperti ruas Palembang-Bengkulu, yang dinilai mampu membuka akses dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin juga menyoroti besarnya potensi kawasan ini. Ia menyebut Sumbagsel memiliki jejak sejarah panjang sejak era Sriwijaya sebagai kekuatan maritim. Menurut dia, kebanggaan itu perlu diwujudkan dalam kontribusi nyata saat ini.

“Ini bukan feodalisme, tapi bagaimana kita bangga sebagai warga Sumbagsel dan siap berkontribusi,” katanya.

Ia menegaskan, semangat tersebut harus diarahkan untuk mendukung program pembangunan nasional sekaligus mendorong kemajuan daerah.

Dalam testimoninya, Gubernur Herman Deru menegaskan kebanggaannya atas kepercayaan menjadikan Sumsel sebagai tuan rumah pertemuan perdana Halal Bihalal masyarakat perantau Sumbagsel. Ia menyebut momentum ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga titik awal mempererat kebersamaan lintas daerah.

“Kami bangga Sumatera Selatan dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pertemuan ini bukan untuk menunjukkan siapa yang paling kuat.

“Bukan maksud kita untuk unjuk gigi bahwa kita besar dan istimewa,” katanya.

Baca Juga :  Prabowo: Jokowinomics Aplikasi Nyata Daripada Ekonomi Pancasila

Menurut dia, yang terpenting adalah kesadaran bahwa banyak putra-putri Sumbagsel kini mengambil peran dalam menentukan arah kebijakan negara. Karena itu, ia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut.

“Semoga keakraban ini menjadi langkah bersama untuk membangun daerah kita, tanpa melupakan kepentingan nasional,” tuturnya.

Sementara itu, di sela kegiatan, Bupati OKU Timur Lanosin mengaku merasakan kehangatan dalam pertemuan tersebut. Ia mengatakan, suasana yang terbangun bukan hanya karena berkumpulnya para tokoh, tetapi juga karena kuatnya ikatan antarperantau.

“Rasanya hangat sekali, karena kita tetap saling terhubung meski sudah jauh dari kampung halaman,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya saat disambut alunan kulintang khas OKU Timur dan melihat angkinan tampil di panggung budaya. Menurutnya, itu bukan sekadar simbol, melainkan representasi jati diri.

“Angkinan itu bukan hanya kain, tapi cerita tentang asal-usul kita,” katanya.

Ia pun berharap kebersamaan ini terus terjaga, karena dari silaturahmi seperti inilah lahir ide, peluang, dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,

“Kalau kebersamaan ini terus terjaga, dampaknya akan terasa ke masyarakat, pelan, tapi nyata,” tutupnya.