Enam Pelajar OKU Timur Tembus Final OSN Nasional 2026, Bukti Pembinaan Peserta Didik Makin Berkualitas

oleh -76 views
oleh

MARTAPURA, IN — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur). Sebanyak enam peserta didik asal OKU Timur berhasil menembus Final Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 dan menjadi bagian dari perwakilan Provinsi Sumatera Selatan di tingkat nasional Rabu, 12/08/2026.

Enam peserta didik tersebut berasal dari jenjang SD dan SMP, dengan cabang yang berhasil ditembus yakni IPA dan IPS. Dari jenjang SD, terdapat Siti Nurlaila dan Azwar Danish Ar Rafif pada cabang IPA, serta Naura Hafizha Adjis, Nizam Brilian Afandi, dan Hariz Fuadi pada cabang IPS. Sementara pada jenjang SMP, Devana Ridho Novara berhasil melaju pada cabang IPS.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten OKU Timur. Pasalnya, dari 29 finalis Sumatera Selatan yang tercantum dalam daftar OSN Nasional 2026, enam di antaranya merupakan peserta didik asal OKU Timur, atau sekitar 20,7 persen dari keseluruhan finalis Sumatera Selatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur, Wakimin, S.Pd., M.M., mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan peserta didik OKU Timur menembus tingkat nasional merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan banyak pihak.

Baca Juga :  Pemkab OKU Timur Melaui Dinsos Berikan Bantuan Kesehatan Gratis Kepada Warga Tidak Mampu

“Kami tentu sangat bangga dengan capaian anak-anak kita. Masuknya enam peserta didik OKU Timur dalam jajaran finalis OSN Nasional menjadi bukti bahwa anak-anak kita memiliki kemampuan dan potensi yang luar biasa untuk bersaing di tingkat nasional,” ujar Wakimin.

Menurut Wakimin, prestasi tersebut tidak boleh dilihat hanya sebagai keberhasilan individu siswa, tetapi juga sebagai hasil kerja bersama antara peserta didik, guru, kepala sekolah, orang tua, pengawas, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur.

“Tugas kita bukan hanya mencari anak yang sudah berprestasi, tetapi bagaimana menemukan potensi sejak dini, membinanya secara konsisten, memberikan ruang untuk berkembang, dan memastikan mereka mendapatkan pendampingan yang tepat. Ini yang terus kami dorong di OKU Timur,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakimin juga didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur, Ir. H. Dodi Purnama, S.T., M.M.
Pembinaan Harus Dimulai dari Sekolah
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur, Edi Subandi, S.E., M.M., menjelaskan bahwa keberhasilan siswa menembus OSN Nasional merupakan buah dari proses pembinaan yang harus dilakukan secara bertahap.

Baca Juga :  Pastikan Sensus Ekonomi Berjalan Lancar dan Mendapatkan Data yang Lengkap, Bupati Enos Minta Dukungan Masyarakat

Menurutnya, pembinaan peserta didik tidak dapat dilakukan secara instan menjelang perlombaan. Potensi siswa harus dipetakan sejak awal, kemudian diberikan pembinaan sesuai kemampuan dan bidang yang diminatinya.

“Kunci pembinaan adalah bagaimana kita mengenali potensi anak sejak dini. Setelah itu kita arahkan, kita dampingi, dan kita berikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang. Jadi bukan hanya ketika ada lomba baru dibina, tetapi prosesnya harus berkelanjutan dari sekolah hingga ke tingkat kabupaten, provinsi dan nasional,” jelas Edi.

Ia menambahkan, guru memiliki posisi penting dalam menemukan dan mengembangkan potensi peserta didik.

“Guru adalah garda terdepan. Guru yang setiap hari melihat perkembangan anak, mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Karena itu penguatan kompetensi guru pembina juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem prestasi peserta didik,” ungkapnya.

Edi juga menilai keberhasilan enam siswa OKU Timur tersebut dapat menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain untuk tidak ragu mengembangkan potensi akademik peserta didiknya.

“Kami ingin prestasi ini menjadi pemantik. Jangan sampai hanya enam anak ini yang menjadi contoh. Justru kita ingin semakin banyak anak OKU Timur yang memiliki keberanian untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuannya di tingkat provinsi maupun nasional,” tegasnya.

Baca Juga :  SMSI DKI Jakarta Masa Bakti 2020-2025 Terbentuk, Rapat Perdana Bahas Sinergitas dan Pendataan

OKU Timur Tunjukkan Daya Saing
Keberhasilan enam peserta didik tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembinaan pendidikan dasar di OKU Timur mampu menghasilkan peserta didik yang memiliki daya saing di tingkat nasional.

Bagi Pemerintah Kabupaten OKU Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, capaian tersebut bukanlah garis akhir. Sebaliknya, keberhasilan menembus OSN Nasional menjadi evaluasi sekaligus motivasi untuk memperkuat pembinaan prestasi peserta didik secara berkelanjutan.

Keenam peserta didik OKU Timur kini membawa nama daerah dan Sumatera Selatan ke panggung nasional. Mereka bukan hanya membawa kebanggaan bagi sekolah dan keluarga, tetapi juga menjadi representasi bahwa anak-anak dari daerah mampu bersaing dengan peserta didik terbaik dari berbagai wilayah Indonesia.

“Dari sekolah di OKU Timur, mereka melangkah ke panggung nasional. Prestasi mereka hari ini adalah bukti bahwa ketika potensi dibina, kesempatan dibuka, dan kerja keras dijaga, anak-anak daerah mampu berdiri sejajar dengan yang terbaik,” tutupnya.