OKU Timur, IN – Data yang akurat dan mutakhir menjadi salah satu fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten OKU Timur memperkuat data terpilah gender dan anak agar kebijakan dan intervensi pembangunan dapat disusun berdasarkan kondisi yang benar-benar terjadi di lapangan.
Upaya tersebut dilakukan melalui Finalisasi dan Verifikasi Instrumen Data Gender dan Anak dalam Mendukung Terwujudnya Data Berkualitas di Kabupaten OKU Timur, yang berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten OKU Timur, Martapura, Kamis, 10/09/2026.
Sekretaris Bapperida OKU Timur Dr. Ir. H.M. Fatoni, M.T. yang hadir mewakili Kepala Badan selaku Ketua Pokja Data Terpilah Gender dan Anak menegaskan, data tidak boleh dipandang hanya sebagai kelengkapan administrasi. Data diperlukan untuk mengenali persoalan secara lebih jelas sebelum pemerintah menentukan bentuk intervensinya.
“Data menjadi dasar untuk memahami persoalan. Ketika kita hendak melaksanakan suatu kegiatan atau menyusun sebuah intervensi, kita harus terlebih dahulu memetakan masalah. Lalu, dari mana kita mengetahui masalah tersebut? Jawabannya adalah data,” ujarnya.
Ia mencontohkan pentingnya data sederhana yang terpilah berdasarkan jenis kelamin. Informasi tersebut dapat menunjukkan sejauh mana keterlibatan laki-laki dan perempuan dalam suatu kegiatan maupun program pemerintah.
Hal yang sama berlaku dalam persoalan anak. Ketika pemerintah menghadapi isu seperti anak yang membutuhkan akses pendidikan, mengalami perundungan, atau menjadi korban kekerasan, data diperlukan untuk mengetahui jumlah, lokasi, serta kondisi yang dihadapi sehingga penanganannya dapat diarahkan secara tepat.
Tantangan yang dihadapi saat ini bukan hanya memastikan data tersedia, tetapi juga memastikan data tersebut lengkap, terverifikasi, dan diperbarui. Data yang terlalu lama berisiko tidak lagi menggambarkan kondisi masyarakat saat ini.
“Kalau datanya tidak lengkap atau tidak diperbarui, tentu akan memengaruhi kualitas perencanaan dan kebijakan yang dihasilkan,” katanya.
Karena itu, penguatan data gender dan anak membutuhkan keterlibatan lintas perangkat daerah. Melalui Pokja Data Terpilah Gender dan Anak, proses penyediaan, pengumpulan, pengolahan, hingga verifikasi data dilakukan secara bersama agar menghasilkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten OKU Timur Inoferwanti Intan, S.E., M.M. menyampaikan bahwa finalisasi dan verifikasi instrumen ini diarahkan untuk memperkuat keselarasan pengelolaan data gender dan anak dengan kebutuhan perencanaan pembangunan daerah.
Dengan data yang lebih akurat, terpilah, dan mutakhir, pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat untuk menentukan program, anggaran, dan intervensi yang responsif terhadap kebutuhan perempuan, laki-laki, serta perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Pada akhirnya, kualitas pembangunan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program yang disusun, tetapi juga oleh seberapa tepat program tersebut menjawab persoalan masyarakat. Data yang baik menjadi salah satu kunci untuk memastikan hal itu.