Preman Bayaran Keroyok Wartawan OKU Timur

oleh -948 views
oleh

OKU TIMUR, IN Dua orang wartawan di Kabupaten OKU Timur mengalami pengeroyokan oleh segerombolan orang tak dikenal (OTD), TKP berada di depan kantor Dinas PUTR OKU Timur, Desa Kotabaru Selatan, Martapura. Kamis siang 21/04/2022.

Diduga aksi pengeroyokan itu dilakukan oleh segerombolan preman yang membacking (bayaran) Dinas PUTR OKU Timur.

Dugaan tersebut muncul lantaran segerombol OTD itu datang ke PUTR bertepatan dengan aksi massa yang dilakukan di Kejaksaan Negeri OKU Timur. Info yang beredar saat itu menyebut jika massa aksi hendak melanjutkan demo ke kantor PUTR.

Baca Juga :  Sapta Nirwandar: RI Tuan Rumah Global Tourism Forum 15-16 September 2021 Libatkan 101 Pembicara Kelas Dunia

Diduga segerombolan preman itu disewa untuk membubarkan aksi massa, sehingga berujung terjadi pengeroyokan, yang bukannya ke massa aksi malah menimpa kepada wartawan yang hendak meliput.

Atas kejadian ini dua orang wartawan yang menjadi korban melapor ke Polres OKU Timur. Mereka mengaku mendadak dipukul, dikejar hingga terpaksa menyelamatkan diri lari ke semak-semak.

“Aku dak tau apo pasalnyo tau-tau mereka mencekik kemudian mukul. Dan itu bukan satu orang pelakunya.” Kata Rizal selaku korban yang melapor.

Baca Juga :  DPRD Perabumulih Lakukan Reses Untuk Menyerap Aspirasi Masarakat.

Di lapangan di Mapolres OKU Timur, kejadian ini membuat segenap pekerja media se-OKU Timur marah. Mereka berkumpul di Mapolres untuk memberikan dukungan terhadap korban. Sejumlah wartawan lain menjadi saksi atas kejadian ini dan memberikan keterangan pada penyidik.

“Kami mengecam aksi premanisme ini. Memangnya ini zaman batu pakai kekerasan. Apalagi dilakukan oleh orang-orang yang diduga beking Dinas PUTR. Maksudnya apa ada aksi koboi seperti ini? Ini melanggar HAM dan sudah mengganggu kinerja wartawan yang sedang bertugas.

Baca Juga :  Peringati HUT Bhayangkara Ke 79, Polres OKU Timur Anjangsana dengan Taliasih

Untuk itu kami minta kepada pihak Kepolisian agar mengusut tuntas kejadian ini.” Kata Angga, salah satu wartawan yang dibincangi di Mapolres. (*)