IWO Indonesia Sumsel Kecam Keras Kekerasan Terhadap Jurnalis Saat Meliput Demo di Mapolda Sumsel

oleh -22 views
oleh

PALEMBANG, IN –dugaan Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di Sumatera Selatan. Dua awak media menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang yang tak dikenal saat sedang meliput aksi demonstrasi mahasiswa di depan Markas Polda Sumatera Selatan, Selasa (13/10/2026) .

Kedua jurnalis yang menjadi korban adalah Rahmat Kurniawan dari Tribun Sumsel dan Mulyadi dari PalTV. Dalam insiden tersebut, Rahmat mengalami pendarahan di bagian hidung akibat pengeroyokan membabi buta, sementara Mulyadi mengalami luka memar di wajah serta luka robek pada bibir saat berusaha melerai rekannya . Keduanya kemudian mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Palembang .

Baca Juga :  Prof Henri Subiakto: UU ITE Harus Dikawal agar Tak Menjadi Alat Pembungkam Pers

Kejadian ini memicu kecaman luas dari berbagai organisasi pers, termasuk Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Prabumulih dan SMSI Sumatera Selatan yang mendesak aparat kepolisian segera mengusut kasus ini hingga tuntas .

Ketua DPW Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia Sumatera Selatan, Sakren, menyampaikan keprihatinan sekaligus kecaman keras atas tindakan kekerasan tersebut terhadap dua jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistik .

“Kami dari IWO Indonesia sangat menyayangkan kejadian ini dan mengecam keras tindakan sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap dua saudara kami yang sedang menjalankan tugas mulia untuk memberikan informasi kepada publik,” tegas Sakren .

Baca Juga :  SINERGI MENYAMBUT AJANG BALAP MOTOR DUNIA WSBK 2023

Menurut Sakren, jurnalis memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat. Oleh karena itu, segala bentuk intimidasi, penghalangan, maupun kekerasan terhadap wartawan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun .

Ia berharap aparat penegak hukum bergerak cepat mengungkap peristiwa tersebut, mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, serta menangkap pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku .

“Kami meminta institusi Polri, khususnya Polda Sumsel, segera bertindak cepat untuk mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku yang telah mencederai rekan-rekan jurnalis kami. Kebebasan pers dan keselamatan jurnalis harus senantiasa dijamin, agar informasi dapat disampaikan kepada masyarakat tanpa rasa takut,” ujar Sakren .(Iwo Sumsel)

Baca Juga :  Peringati HUT Korp Armed TNI AD, Yonarmed 15/105 Tarik/Cailendra Laksanakan Fun Bike Hingga Bakti Sosial.