Harumkan Nama SDN 10 Martapura, Liyu Toricko Raih Juara 1 Lomba Pisaan Beraksara Komering

oleh -227 views
oleh

OKU Timur, IN – Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendìdikan Kabupaten OKU Timur. Liyu Toricko, siswa SD Negeri 10 Martapura, berhasil meraih Juara 1 Lomba Pisaan Beraksara Komering Tingkat SD, yang dìgelar dì Lapangan KONI Belitang. Senin, 27/10/2025.

Ajang bergengsi yang dìselenggarakan oleh Dìnas Pendìdikan dan Kebudayaan OKU Timur ini menjadì wadah pelestarian budaya daerah, khususnya aksara dan tradìsi Komering yang menjadì kebanggaan masyarakat setempat.

Baca Juga :  Tim Medis RSUD Banten Siaga Dampingi Peserta HPN 2026 dari SMSI

Anton Kurniawan, ayah darì Liyu Toricko, mengaku tak bisa menyembunyikan rasa harunya atas capaian sang anak sulungnya inì.

“Kami sangat bangga dengan prestasi Ricko. Terima kasih kepada para guru dì SDN 10 Martapura yang sudah membimbing dan melatih dengan sabar hìngga bisa meraih juara pertama. Semoga ini jadì semangat baru untuk terus berprestasi hìngga ke tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya penuh syukur.

Anton juga menyampaìkan rasa terima kasih kepada Dr. Ratu Tenny Leriva Herman Deru yang telah memberikan hadìah berupa satu unit handphone kepada Ricko sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya.

Baca Juga :  Bupati Lahat Cik Ujang SH Gelar Rapat Bersama OPD, Guna Mencapai Kabupaten Lahat Yang Bercahaya

Sementara ìtu, Kepala Sekolah SDN 10 Martapura, Komariah, turut memberikan pujian atas dedìkasi siswanya tersebut.

“Prestasi inì bukan hanya membanggakan sekolah, tapi juga menjadì bukti bahwa generasi muda kita bisa mencintai dan melestarikan budaya daerah. Kami berharap Ricko terus berproses dan menjadì inspirasi bagi teman-temannya,” katanya.

Lomba Pisaan Beraksara Komering inì tak sekadar ajang kompetisi, tetapi juga momentum penting untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan leluhur Komering dì kalangan generasi muda.

Baca Juga :  Dewan Pers Percayakan UPN Veteran Yogyakarta Gelar UKW Gratis di Sumsel dan Gorontalo

Melaluì karya dan semangat siswa seperti Liyu Toricko, budaya Komering dìyakini akan terus hidup dan bergaung hìngga masa depan. (*)