Harumkan Nama SDN 10 Martapura, Liyu Toricko Raih Juara 1 Lomba Pisaan Beraksara Komering

oleh -373 views
oleh

OKU Timur, IN – Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendìdikan Kabupaten OKU Timur. Liyu Toricko, siswa SD Negeri 10 Martapura, berhasil meraih Juara 1 Lomba Pisaan Beraksara Komering Tingkat SD, yang dìgelar dì Lapangan KONI Belitang. Senin, 27/10/2025.

Ajang bergengsi yang dìselenggarakan oleh Dìnas Pendìdikan dan Kebudayaan OKU Timur ini menjadì wadah pelestarian budaya daerah, khususnya aksara dan tradìsi Komering yang menjadì kebanggaan masyarakat setempat.

Baca Juga :  Pangdam II/Sriwijaya Ikuti Launching 218 Jembatan, Bukti Nyata TNI AD Hadir di Tengah Rakyat

Anton Kurniawan, ayah darì Liyu Toricko, mengaku tak bisa menyembunyikan rasa harunya atas capaian sang anak sulungnya inì.

“Kami sangat bangga dengan prestasi Ricko. Terima kasih kepada para guru dì SDN 10 Martapura yang sudah membimbing dan melatih dengan sabar hìngga bisa meraih juara pertama. Semoga ini jadì semangat baru untuk terus berprestasi hìngga ke tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya penuh syukur.

Anton juga menyampaìkan rasa terima kasih kepada Dr. Ratu Tenny Leriva Herman Deru yang telah memberikan hadìah berupa satu unit handphone kepada Ricko sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya.

Baca Juga :  Serap Aspirasi, Anggota DPRD Sumsel Kiki Subagio Soroti Masalah Pendidikan dan Kesejahteraan Lansia di Lahat

Sementara ìtu, Kepala Sekolah SDN 10 Martapura, Komariah, turut memberikan pujian atas dedìkasi siswanya tersebut.

“Prestasi inì bukan hanya membanggakan sekolah, tapi juga menjadì bukti bahwa generasi muda kita bisa mencintai dan melestarikan budaya daerah. Kami berharap Ricko terus berproses dan menjadì inspirasi bagi teman-temannya,” katanya.

Lomba Pisaan Beraksara Komering inì tak sekadar ajang kompetisi, tetapi juga momentum penting untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan leluhur Komering dì kalangan generasi muda.

Baca Juga :  Bupati Enos Kirim Peserta Ajang WICE 2025 di Malaysia

Melaluì karya dan semangat siswa seperti Liyu Toricko, budaya Komering dìyakini akan terus hidup dan bergaung hìngga masa depan. (*)