Bangun Daerah dari Desa, Pemkab OKU Timur Gelar Lomba dan Luncurkan 4 Inovasi Literasi

oleh -89 views
oleh
Alt"literasi

OKU Timur, INKemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya. Salah satu fondasi terpenting adalah budaya membaca dan literasi yang kuat sejak usia dini.

Menyadari masih adanya sekolah yang belum memiliki perpustakaan, terbatasnya akses bacaan di desa, serta pentingnya membangun kebiasaan membaca di lingkungan keluarga, Pemerintah Kabupaten OKU Timur terus mendorong gerakan literasi yang menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten OKU Timur yang dirangkaikan dengan peluncuran empat inovasi literasi daerah di Balai Rakyat Setda OKU Timur, Sabtu, 06 Juni 2026.

Bagi Pemerintah Kabupaten OKU Timur, lomba bertutur bukan sekadar ajang perlombaan. Kegiatan ini menjadi sarana menumbuhkan minat baca anak-anak, melatih keberanian berbicara di depan umum, sekaligus mengenalkan kembali cerita rakyat yang sarat nilai moral dan kearifan lokal.

Baca Juga :  Hadiri Pelantikan IGI, Bunda Literasi; Guru Mampu Lewati Rintangan Sebagai Pendidik

Bunda Literasi Kabupaten OKU Timur, dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes. mengatakan bahwa penguatan literasi harus dilakukan secara bersama-sama, mulai dari keluarga, sekolah, hingga desa.

Karena itu, pada kesempatan tersebut diluncurkan empat inovasi literasi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat, yaitu SEHATI SEPUSTAKA (Satu Sekolah Satu Perpustakaan), GERBANG LITERASI DESA (pengembangan pojok baca menjadi perpustakaan desa), GERISA (Gerakan Literasi untuk Semua), dan PELITA KELUARGA (Penguatan Literasi Keluarga).

Baca Juga :  Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM Satlinmas Resmi Ditutup di Zona 3

Melalui program SEHATI SEPUSTAKA, pemerintah mendorong agar seluruh sekolah memiliki perpustakaan yang dapat diakses siswa sebagai pusat belajar dan pengembangan wawasan. Sementara GERBANG LITERASI DESA diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan melalui penguatan perpustakaan desa.

Disisi lain, PELITA KELUARGA hadir untuk membangun budaya membaca dari rumah. Program ini mengajak orang tua menyediakan ruang baca sederhana, meluangkan waktu membaca bersama anak, membiasakan kegiatan mendongeng, hingga membangun penggunaan teknologi digital yang sehat dan produktif.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem literasi yang berkelanjutan, sehingga anak-anak tidak hanya memiliki kemampuan membaca yang baik, tetapi juga terbiasa berpikir kritis, kreatif, dan berkarakter.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten OKU Timur, Dr. H. Sopiyan Hadi, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 100 siswa SD dan MI dari berbagai kecamatan di Kabupaten OKU Timur.

Baca Juga :  Kembangkan Teknologi Dekarbonisasi Hingga Hilirisasi, PTBA Gandeng ITB & UNPAD

Menurutnya, penguatan literasi merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Semakin tinggi budaya membaca masyarakat, semakin besar pula peluang lahirnya generasi yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan berdaya saing di masa depan.

Melalui sinergi pemerintah daerah, sekolah, desa, keluarga, dan masyarakat, OKU Timur terus membangun fondasi sumber daya manusia yang unggul. Literasi tidak lagi dipandang sebagai program sesaat, melainkan sebagai gerakan bersama untuk membuka lebih banyak kesempatan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mempercepat kemajuan masyarakat.