Program Pengembangan Masyarakat Panen Raya 3,5 Ton Ikan Melampaui Target

oleh -11 views
oleh

LAHAT, IN – Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui budidaya ikan dalam keramba jaring apung yang merupakan mitra binaan PT Bara Alam Utama (BAU) di Desa Telatang, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, menunjukkan hasil menggembirakan. Program yang dimulai sejak Januari tersebut berhasil menghasilkan lebih dari 3,5 ton ikan, melampaui target awal sebesar 3 ton.

 

Kegiatan panen ikan bersama ini dihadiri Bupati Lahat yang diwakili Staf Ahli Kemasyarakatan Chandra, SH, MM, Ketua FP2M Sudarman beserta anggota, Camat Merapi Barat Heri Yulianto, S.Sos, MM, Sekretaris Camat Merapi Barat Saihul, SE, MM, Camat Merapi Timur Yayan, SE, MM, manajemen PT BAU, jajaran manajemen Unsela Lahat, Danramil Merapi Kapten CAJ M. Koderi Ramadani, tim Perusda Lahat, serta Kepala Desa Telatang, Cik Edi.

 

Tingkat Kematian Ikan Hanya 1 Persen

Mengawali kegiatan panen, Ahmad Syari Kurnianto, S.Pd.I, dalam laporannya menyampaikan bahwa program budidaya ikan tersebut telah berjalan sejak Januari dengan sejumlah pembangunan dan pengadaan sarana pendukung.

Adapun fasilitas yang telah dibangun meliputi empat unit kolam, jembatan apung sepanjang 50 meter, serta gudang penyimpanan. Selain itu, program ini juga dilengkapi pengadaan 12.000 ekor benih ikan, vitamin, dan pakan ikan untuk menunjang proses budidaya.

Baca Juga :  Pj Gubernur Sumsel Didampingi Pj Walikota Prabumulih Launcing Website Posko Ekonomi

Menurutnya, hasil yang dicapai cukup memuaskan. Dari 12.000 ekor ikan yang dibudidayakan, tingkat kematian hanya sekitar 1 persen.

 

“Dari alokasi yang ada, kami menilai program ini berhasil. Tingkat kematian ikan hanya 1 persen, sementara hasil panen mencapai lebih dari 3,5 ton, melampaui target awal 3 ton,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tim FP2M sebelumnya telah berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjajaki peluang pemasaran hasil panen. Namun, upaya tersebut masih terkendala karena pihak SPPG lebih mengutamakan pasokan ayam.

 

Meski demikian, pihaknya bersyukur karena telah ada pengepul yang bersedia menjadi konsumen hasil panen ikan tersebut.

Diharapkan, keberhasilan program ini dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat, khususnya warga Desa Telatang dan sekitarnya.

Sudarman: Dukungan Perusahaan Sangat Dibutuhkan

 

Sementara itu, Ketua FP2M Sudarman dalam arahannya menyampaikan bahwa meskipun organisasi yang dipimpinnya baru berusia sekitar 1,6 tahun, FP2M telah memperoleh dukungan dari dua perusahaan yang beroperasi di kawasan Merapi, yakni PT Bara Alam Utama (BAU) dan PT Bukit Asam (PTBA).

Baca Juga :  Cik Ujang Hadiri Panen Perdana Budidaya Ikan Lele Desa Payo Kec. Merapi

Selain dukungan perusahaan, FP2M juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Lahat terhadap program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan.

Menurut Sudarman, keberlanjutan dan kemajuan FP2M sangat bergantung pada dukungan berbagai pihak, terutama perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah Merapi.

“Walaupun FP2M baru berumur 1,6 tahun, kami sudah mendapatkan dukungan dari dua perusahaan di Merapi Area, yaitu PT BAU dan PTBA, serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lahat. Maju mundurnya FP2M juga bergantung pada dukungan perusahaan batu bara yang ada di Merapi Area,” ujar Sudarman yang akrab disapa Panglima BZWin.

 

Beliau juga menyoroti masih terbatasnya dukungan dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut. Sudarman berharap semakin banyak perusahaan yang terlibat aktif dalam program pemberdayaan masyarakat, sehingga manfaat keberadaan industri pertambangan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat sekitar.

 

Ia turut menyinggung PT Priamanaya yang menurutnya belum memberikan dukungan terhadap FP2M. Ia berharap ke depan terjalin hubungan timbal balik yang lebih baik antara perusahaan dan masyarakat.

PT BAU Dorong Program yang Bermanfaat bagi Masyarakat

Di kesempatan yang sama, perwakilan manajemen PT BAU, Alberta, SH, menyampaikan bahwa kehadiran perusahaan di tengah masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas pertambangan, tetapi juga perlu memberikan manfaat bagi warga di sekitar wilayah operasional.

Baca Juga :  Tim Monitoring Kecamatan Banding Agung Apresiasi Pembangunan Jalan Desa Sumber Makmur

 

Program pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan masyarakat agar tetap memiliki kegiatan ekonomi produktif dan sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Menurutnya, pembangunan keramba jaring apung tersebut dapat menjadi contoh program yang nantinya dievaluasi untuk mengetahui manfaatnya bagi masyarakat.

Dengan adanya program budidaya ikan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat selama perusahaan beroperasi, tetapi juga memiliki peluang usaha yang dapat dikembangkan secara mandiri.

 

Harapan untuk Pengembangan Ekonomi Masyarakat

Keberhasilan panen ikan di Desa Telatang menjadi salah satu gambaran bahwa program PPM dapat diarahkan pada kegiatan ekonomi produktif yang memberikan hasil nyata.

 

Capaian panen lebih dari 3,5 ton dengan tingkat kematian ikan sekitar 1 persen menjadi modal awal untuk mengevaluasi dan mengembangkan program tersebut pada masa mendatang.

 

Ke depan, sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, FP2M, dan masyarakat diharapkan semakin kuat, terutama dalam mendukung pengembangan budidaya perikanan, memperluas akses pemasaran, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Merapi Area, Kabupaten Lahat.