Pj Bupati OKU Menghadiri Pengarahan Presiden RI Terkait Pengendalian Inflasi Daerah

oleh -51 views

OKU, IN – Penjabat (Pj) Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah Menghadiri Pengarahan Presiden RI Joko Widodo Terkait Pengendalian Inflasi di Daerah, Tindaklanjut Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia, dan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta. Kamis, 29/09/2022.

Kegiatan tersebut dihadiri para Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota, Pangdam, Kapolda, Kajati se-Indonesia, serta Pimpinan BUMN.

Terdapat tiga poin dalam pengarahan Presiden RI Joko Widodo, diantaranya mengenai pengendalian inflasi di daerah, tindak lanjut aksi afirmasi bangga buatan Indonesia dan pembahasan mengenai pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Secara khusus, Presiden RI Joko Widodo., Menekankan untuk membeli produk yang diproduksi oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi. Presiden pun mengapresiasi semakin banyaknya produk UMKM dan koperasi yang masuk ke dalam e-katalog.
“Saya senang, alhamdulillah dari target yang saya berikan 1 juta untuk akhir tahun, produk-produk UMKM dan koperasi yang telah masuk ke e-katalog sudah mencapai di atas 1 juta yang sebelumnya baru 50 ribu, melompat cepat sekali,” ujarnya.

Pj

Presiden pun meminta para Kepala Daerah untuk membina pelaku UMKM dan koperasi yang ada di daerah masing-masing sehingga semakin banyak yang masuk ke dalam e-katalog.

“Saya minta kepada seluruh Kepala Daerah agar terus membina UMKM, koperasi yang ada di daerah masing-masing agar berbondong-bondong masuk ke e-katalog,” ujarnya.

Hal lain yang juga perlu ditangani secara kompak dan bersama-sama adalah soal kemiskinan ekstrem. Menurut Jokowi, saat ini data mengenai hal tersebut sudah jelas sehingga akan lebih mudah untuk menyalurkan bantuan agar tepat sasaran.
Inilah yang sekali lagi kita kompak bareng-bareng untuk menuju pada sasaran yang kita inginkan. Saya rasa jelas semuanya, saya ingin kita semuanya kerja konkret bersama-sama.

Sementara Laporan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan., Menyampaikan laporan ada tiga instrumen kebijakan konvergensi program dan perbaikan akurasi pensasaran, antara lain Penetapan wilayah prioritas penghapusan kemiskinan ekstrem tahun 2022 dan 2024, Ketersediaan data pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem yang padan dengan Dukcapil dan Pedoman umum bagi Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah dan semua pemangku kepentingan.

Luhut juga menyampaikan enam terobosan aksi afirmasi bangga buatan Indonesia, yaitu Digitalisasi pada integrasi sistem dan kodifikasi data belanja pemerintah, Kontrak payung pengadaan laptop dengan produsen laptop dalam negeri, Peluncuran kartu kredit pemerintah domestik, Strategi pengurangan import melalui regulasi internal K/L dan perizinan import hingga tingkat Menteri, Freezing produk import yang memiliki substitusi dalam negeri, platform pengadaan Nasional.

Penjabat Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah., Menjelaskan Pemerintah Kabupaten OKU siap melaksanakan arahan Presiden, kita telah berkoordinasi dengan DPRD OKU untuk penganggaran pemenuhan kewajiban dana transfer umum dalam penanganan dampak inflasi di daerah yang diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak inflasi.

Untuk tindaklanjut aksi afirmasi bangga buatan Indonesia, Pemerintah Kabupaten OKU telah turut mensukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dengan mengarahkan jajaran Pemda untuk percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan produk usaha mikro, usaha kecil dan koperasi.

“Dalam pengadaan barang dan jasa harus memenuhi komponen produk dalam negeri, sejak proses perencanaan sampai dengan pengadaan,” jelas Teddy Meilwansyah.

Terkait pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, Pemerintah Kabupaten OKU memberikan perhatian untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten OKU melalui berbagai program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Kita memberikan perhatian ekstra untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten OKU dengan berbagai program dan kegiatan, menerapkan mandiri pangan kepada masyarakat untuk megatasi kelangkaan pangan dan kenaikan harga bahan pokok ditengah inflasi.

Turut hadir, Wakil Presiden RI KH. Maruf Amin, Para Menteri, Pimpinan Lembaga Negara, Para Gubernur, Para Pangdam, Para Kapolda, Para Kepala Kejaksaan Tinggi, Para Bupati/Walikota se-Indonesia, Pimpinan BUMN serta Undangan Lainnya.(***)

Print Friendly, PDF & Email