Karhutla Mengancam Korban ISPA Capai 16.573 Orang, Pejabat Lahat Sibuk Sukseskan APKASI Expo 2026

oleh -20 views
oleh

LAHAT, IN — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Lahat semakin mengkhawatirkan. Di tengah munculnya titik-titik api yang terus meluas, dampaknya terhadap kesehatan masyarakat mulai terasa dengan lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang disebut telah mencapai 16.573 kasus yang didapat dari data Dinkes Lahat.

 

Kondisi ini semestinya menjadi alarm serius bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat. Namun, di tengah kabut asap dan ancaman Karhutla yang belum sepenuhnya terkendali, perhatian publik justru tertuju pada kesibukan sejumlah pejabat daerah dalam menyukseskan APKASI Expo 2026.

 

Persoalan Karhutla kini bukan sekadar soal titik api. Ancaman bahkan mulai merambah kawasan kaki Bukit Serelo, salah satu ikon Kabupaten Lahat bahkan yang terbaru terjadi di desa Muara Siban kecamatan Kota Lahat. Jika tidak segera ditangani, kebakaran dikhawatirkan semakin meluas dan berpotensi menimbulkan dampak lebih besar terhadap lingkungan maupun kesehatan warga.

 

Lonjakan kasus ISPA menjadi salah satu dampak yang paling nyata. Ribuan warga harus berhadapan dengan gangguan kesehatan akibat buruknya kualitas udara yang dipicu asap kebakaran.

 

Kepala Dinas Kesehatan Lahat, dr. Desima Simanjuntak, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Heni Laksmi, SKM, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/8/2026).

 

“Yang pastinya kami mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan, minum air putih, makan buah-buahan, dan jika keluar rumah menggunakan masker,” ujar Heni.

 

Menurut Heni, angka 16.573 kasus tersebut merupakan akumulasi kasus sejak semester pertama hingga Agustus. Dengan rata-rata lebih dari 1.500 kasus setiap bulan, jumlah kasus ISPA memang cukup signifikan, namun sejauh ini belum terlihat adanya peningkatan tajam akibat paparan asap karhutla.

 

 

Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat: di mana skala prioritas pemerintah ketika kesehatan warga terancam dan api mulai mendekati kawasan penting?

 

APKASI Expo 2026 memang menjadi agenda penting untuk memperkenalkan potensi daerah, termasuk produk unggulan dan sektor Ekonomi Kabupaten Lahat. Namun, agenda promosi daerah semestinya tidak membuat persoalan darurat seperti Karhutla dan kesehatan masyarakat kehilangan perhatian.

 

Masyarakat berharap Pemkab Lahat tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial dan promosi daerah, tetapi juga menunjukkan langkah konkret di lapangan. Penanganan titik api, pencegahan meluasnya kebakaran, pemantauan kualitas udara, hingga perlindungan warga yang terdampak asap harus menjadi prioritas.

 

Apalagi, jika kebakaran telah mendekati kaki Bukit Serelo, maka persoalannya bukan lagi sekadar angka statistik. Ada kawasan lingkungan yang harus diselamatkan dan masyarakat yang membutuhkan rasa aman.

 

16.573 kasus ISPA bukan angka kecil. Titik api yang terus menjalar juga bukan persoalan yang bisa dianggap biasa.

 

Kini masyarakat menunggu keberpihakan nyata Pemkab Lahat: apakah pemerintah akan lebih sibuk mengejar kesuksesan sebuah expo, atau memastikan terlebih dahulu bahwa masyarakatnya dapat bernapas dengan aman di tengah ancaman Karhutla.