Jaga Warisan Budaya, TP PKK OKU Timur Berdayakan Masyarakat Beri Pelatihan Pelaku IKM

oleh -14 views
oleh

OKU Timur, IN – Ditengah arus produk massal yang terus membanjiri pasar, Pemerintah Kabupaten OKU Timur memilih langkah berbeda, menjaga identitas daerah melalui tangan-tangan kreatif masyarakatnya sendiri.

Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan Penyusunan dan Evaluasi Rencana Pembangunan Industri Kabupaten/Kota yang dirangkaikan dengan pelatihan pembuatan Tas Wastra Angkinan, Bidak Komering, dan Batik bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), yang digelar di Sekretariat TP PKK Kabupaten OKU Timur, Selasa, 12 Mei 2026.

Bagi Pemerintah Kabupaten OKU Timur, pelatihan ini bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pemberdayaan masyarakat agar warisan budaya lokal tidak hanya bertahan sebagai simbol tradisi, tetapi juga mampu tumbuh menjadi sumber ekonomi baru bagi keluarga dan pelaku usaha kecil.

Baca Juga :  Salurkan Bantuan Sembako, dr. Sheila Harap Dapat Ringankan Beban Warga Jelang Ramadhan

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua TP. PKK Kabupaten OKU Timur dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes., serta dihadiri Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten OKU Timur Fajri Nuryadi, S.H., jajaran TP PKK, pengurus Dekranasda, dan para peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, dr. Sheila Noberta menegaskan bahwa pengembangan sektor wastra daerah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan pelaku UMKM agar produk lokal mampu bersaing di tengah industri kreatif yang terus berkembang.

Menurutnya, Kabupaten OKU Timur memiliki kekayaan wastra yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar apabila terus dikembangkan secara kreatif dan berkelanjutan.

“Ini merupakan upaya nyata Pemerintah Daerah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian bersama Dekranasda dan PKK Kabupaten OKU Timur dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, khususnya di bidang wastra,” ujarnya.

Baca Juga :  Semarakkan Syiar Islam, PTBA Gelar Lomba Marawis

Beliau juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keberlangsungan wastra lokal dengan mulai menggunakan produk daerah dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, pelestarian budaya tidak cukup hanya disimpan sebagai warisan, tetapi harus hadir dan digunakan agar tetap hidup di tengah masyarakat.

“Di Kabupaten OKU Timur banyak sekali wastra yang harus kita lestarikan, salah satunya dengan memakai wastra tersebut,” katanya.

Ia berharap para pelaku usaha terus meningkatkan kreativitas dan kualitas produk agar mampu memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan membuka peluang pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten OKU Timur Fajri Nuryadi menjelaskan, pelatihan ini dirancang untuk memperkuat keterampilan pelaku usaha kecil dan menengah sehingga mampu meningkatkan daya saing di sektor industri kreatif.

Baca Juga :  Tingkatkan Literasi Pada Anak, Bunda Sheila Hadiri Pembinaan Pola Asuh Anak dan Remaja

Menurutnya, penguatan kapasitas SDM menjadi salah satu kunci penting dalam membangun industri kerajinan daerah yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan ruang kepada pelaku usaha kecil menengah agar dapat mengembangkan keterampilan sehingga mempunyai daya saing di industri kreatif, khususnya kerajinan Tas Wastra Angkinan, Bidak Komering, dan Batik,” jelasnya.

Fajri menambahkan, pelatihan tersebut diikuti oleh 30 peserta yang terbagi dalam 10 kelompok dari lima kecamatan di Kabupaten OKU Timur.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten OKU Timur berharap lahir semakin banyak pelaku usaha yang terampil, inovatif, dan mampu mengangkat produk lokal menjadi kebanggaan daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat, sejalan dengan visi “OKU Timur Maju Lebih Mulia.”