PALEMBANG, IN — Polda Sumatera Selatan menggelar Apel Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Karhutla Sumsel serta Reaktivasi Desk Karhutla Nasional Tahun 2026 di Halaman Griya Agung, Rabu (06/05/2026)
Kegiatan tersebut mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat dengan hadirnya Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago. Mewakili Kapolri, hadir Astamaops Kapolri Komjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si., bersama jajaran Sops Polri. Turut hadir Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D., Wakil Menteri Dalam Negeri III Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M., Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol (Purn.) Drs. Suntana, M.Si., Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., serta Kepala BMKG Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, S.T., M.T., Ph.D., IPU.
Dari unsur Forkopimda Sumatera Selatan hadir Gubernur Sumatera Selatan, Pangdam II/Sriwijaya, Danrem 044/Gapo, Danlanud Sultan Mahmud Badaruddin II, Danlanal Palembang, dan Kabinda Sumsel. Selain itu, forum kesiapsiagaan ini juga diikuti perwakilan dari Kementerian Sosial, Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Digital, BRIN, BIN, hingga Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Sebanyak 250 personel Polda Sumsel dikerahkan dalam apel kesiapsiagaan ini, terdiri dari personel Brimob, Samapta, Polairud, Krimsus, Ditlantas, Intelkam, Polrestabes Palembang, Polres Ogan Ilir, dan Polres Banyuasin. Seluruh personel didukung kendaraan operasional roda dua dan roda empat, termasuk kendaraan khusus Karhutla, kendaraan SAR Brimob, serta armada patroli perairan Polairud lengkap dengan perlengkapan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
Dalam pemaparan yang disampaikan pada forum tersebut, tren hotspot di Sumatera Selatan menunjukkan peningkatan dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2021 tercatat 1.368 titik hotspot, meningkat menjadi 2.928 titik pada 2025. Hingga Mei 2026, jumlah hotspot yang terdeteksi mencapai 857 titik dengan sebaran tertinggi berada di Kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 174 titik, Kabupaten Lahat 102 titik, Kabupaten Muara Enim 101 titik, Kabupaten Banyuasin 73 titik, dan Kabupaten Ogan Komering Ilir 66 titik.
Sementara itu, data luas lahan terbakar pada 2026 menunjukkan Kabupaten Musi Rawas Utara menjadi wilayah dengan luasan tertinggi mencapai 53,24 hektare, diikuti Kabupaten Musi Banyuasin 9,17 hektare dan Kabupaten Lahat 6,04 hektare. Meski demikian, tren keseluruhan luas lahan terbakar mengalami penurunan signifikan dari 15.422,48 hektare pada 2024 menjadi 5.939,78 hektare pada 2025.
Polda Sumsel juga memaparkan berbagai langkah mitigasi yang telah dilakukan secara masif selama periode penanganan Karhutla. Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 5.600 kegiatan mitigasi telah dilaksanakan, terdiri dari 1.011 kegiatan sosialisasi dan penyebaran maklumat, 1.493 kegiatan imbauan kepada masyarakat, 3.004 patroli Karhutla terpadu, serta 92 kegiatan verifikasi hotspot di lapangan.
Selain itu, Polda Sumsel telah melaksanakan sejumlah agenda strategis, di antaranya koordinasi dengan PT Bumi Andalas Permai terkait penanganan Karhutla pada 17 April 2026, Apel Besar Sabuk Kamtibmas dan Siaga Karhutla di GOR Perahu Kajang Kayuagung pada 22 April 2026, serta simulasi pencegahan Karhutla di wilayah Ogan Komering Ilir.
Apel Kesiapsiagaan Karhutla Nasional 2026 ini merupakan implementasi nyata arahan Presiden Republik Indonesia yang menempatkan pengendalian Karhutla sebagai agenda prioritas nasional. Reaktivasi Desk Karhutla Nasional juga menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh koordinasi lintas kementerian dan lembaga berjalan terintegrasi dalam satu sistem terpadu yang cepat dan responsif.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menegaskan bahwa kesiapsiagaan Karhutla merupakan priorit