Lahat, IN — Dalam upaya mendorong sinergitas ketersediaan LPG dan BBM di ruang lingkup Kabupaten Lahat, Widia Ningsih SH,MH selaku Wabup menghadiri dan membuka Muscab DPC Hiswana Migas ke X, bertempat di Ballroom Hotel Santika
Kegiatan tersebut mengusung tema “Dengan Semangat Energizing Indonesia, Hiswana Migas Siap Menyalurkan Energi untuk Negeri dan Masyarakat Indonesia dengan Sepenuh Hati”.
Ketua DPC Hiswana Migas Lahat, Saiful Zahri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hiswana Migas merupakan organisasi kemitraan Pertamina yang memiliki peran penting dalam mendukung penyaluran energi kepada masyarakat.
Saat ini, DPC Hiswana Migas Lahat memiliki sebanyak 67 anggota yang berasal dari berbagai sektor usaha, di antaranya SPBU dan agen LPG. Menurutnya, keberadaan Hiswana Migas tidak hanya berorientasi pada usaha, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Dengan semangat menyalurkan energi untuk negeri dan masyarakat Indonesia dengan sepenuh hati, kami bersama mitra Pertamina berupaya melakukan yang terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Saiful.
Ia juga menyampaikan sejumlah kontribusi yang telah dilakukan Hiswana Migas, termasuk dalam memperjuangkan penambahan lokasi dan kuota LPG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Saiful berharap, ke depan sinergi antara Hiswana Migas, Pertamina dan Pemerintah Kabupaten Lahat dapat terus diperkuat, khususnya dalam mengatasi berbagai persoalan distribusi LPG maupun BBM.
Selain itu, ia menyoroti persoalan praktik pengisian BBM berulang yang diduga dimanfaatkan oleh oknum untuk kepentingan usaha. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu masyarakat yang membutuhkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kami berharap masyarakat juga memahami bahwa BBM ini bukan hanya untuk kepentingan tertentu. Jangan sampai kebutuhan masyarakat justru terganggu karena adanya pengisian berulang untuk diperjualbelikan kembali,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, SH., MH., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Muscab X DPC Hiswana Migas Lahat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Lahat Bursah Zarnubi belum dapat hadir dan dirinya hadir mewakili Bupati.
Widia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lahat terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat, khususnya terkait pelayanan dan ketersediaan energi.
Menurutnya, persoalan LPG, BBM maupun kebutuhan dasar masyarakat lainnya harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah daerah, Pertamina, Hiswana Migas dan seluruh stakeholder diminta terus membangun komunikasi serta mencari solusi terhadap berbagai kendala yang terjadi di lapangan.
“Saya berharap masalah-masalah ini tidak berlarut-larut. Kalau masalah terus berlarut, untuk apa kita ada di sini? Saya menjadi Wakil Bupati juga tidak berguna bagi masyarakat kalau masyarakat masih kesusahan menghadapi masalah LPG, Pertamina maupun yang lainnya,” tegas Widia.