Atasi Inflasi, Disdagrin Kota Lubuklinggau Adakan Bazar Sembako

oleh -29 views

LUBUKLINGGAU, IN – Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi akan mengakibatkan terjadi inflasi harga sembilan bahan pokok (sembako). Tak terkecuali di Kota Lubuklinggau. Untuk menekan dan atau menstabilkan harga sembako, Pemkot Lubuklinggau melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kota Lubuklinggau mengambil langkah konkret sesuai arahan Walikota Lubuklinggau, yakni menggelar operasi pasar atau bazar di delapan kecamatan dalam wilayah Kota Lubuklinggau. Bazar atau pasar murah dimulai hari ini, Senin (21/11/2022) di halaman Kantor Camat Lubuklinggau Barat I dan II lalu dilanjutkan secara bergilir ke kecamatan lainnya.

 

Wawako menyampaikan pagi ini operasi pasar dimulai, ini wujud perhatikan pemerintah karena kenaikan BBM.

Pemerintah selalu monitor harga pasar agar tidak mengalami kenaikan, melalui distributor dengan berkerjasama dengan Pemkot Lubuklinggau guna menurunkan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka sehari-hari.

“Semoga apa yang dilakukan dapat bermanfaat untuk masyarakat dan bernilai ibadah,” ungkap Wawako.

Sementara Kepala Disdagrin Kota Lubuklinggau Surya Darma kepada pilarsumsel.com menyampaikan kegiatan merupakan operasi pasar/bazar pasar murah di Kecamatan Lubuklinggau Barat l.

Tujuan pasar murah adalah dengan adanya kenaikan BBM subsidi karena BBM digunakan seluruh masyarakat dimana harga semuanya mengalami kenaikan, ini adalah salah satu bentuk kepedulian pemerintah khusunya pemerintah Lubuklinggau.

Di 8 kecamatan, apabila animo masyarakat tinggi akan dilaksanakan kembali di 8 kecamatan. Selama 4 hari di kecamatan barat l terus bergeser kecamatan barat ll. Besok harinya di kecamatan Timur l dan ll, hari ketiganya di kecamatan utara l,ll dan hari terakhir di kecamatan selatan l dan ll.

Apabila minta masyarakat meningkatkan, pemerintah akan mengadakan kembali. Pemkot Lubukkinggau berkerjasama dengan 10 distributor dengan menjual dibawah harga pasar. “Pembeli tidak dibatasi dan diharapkan tidak dijual kembali,” harapnya. (***)

Print Friendly, PDF & Email