Gebyar QRIS PEKA Meriahkan Lahat, BI Ingatkan Masyarakat Waspada Kejahatan Digital

oleh -71 views
oleh

LAHAT, IN — Transformasi pembayaran digital terus didorong di Kabupaten Lahat. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan Gebyar QRIS PEKA (Perlindungan Konsumen) yang berlangsung di Halaman GOR Bukit Tunjuk, Minggu (30/8/2026).

 

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang sosialisasi penggunaan QRIS, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih cermat dalam melakukan transaksi digital.

 

Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, SH, MH, hadir bersama jajaran Forkopimda, Asisten, Kabag, Kabid, Camat, Lurah dan sejumlah undangan lainnya.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan Pramono serta Kepala Cabang Bank Sumsel Babel (BSB) Lahat Ari Lesmana.

Sedikitnya 25 pelaku UMKM membuka booth dalam kegiatan tersebut.

 

Para pelaku usaha memperkenalkan berbagai produk sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kemudahan transaksi menggunakan QRIS.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan Pramono mengatakan, perkembangan sistem pembayaran digital memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Baca Juga :  Jembatan Dijalan ke PAM Betung Tinggal Menunggu Ambrolnya

 

Menurutnya, digitalisasi transaksi dapat membantu mempercepat aktivitas ekonomi. Namun, kemudahan tersebut harus dibarengi dengan pemahaman mengenai keamanan transaksi.

“Digitalisasi memang baik, namun perlu kita waspadai dari berbagai modus kejahatan digital,” kata Pramono.

 

Pramono mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Berbagai modus penipuan digital terus berkembang sehingga masyarakat harus memastikan setiap transaksi dilakukan melalui kanal yang benar dan terpercaya.

 

Selain persoalan transaksi digital, Bank Indonesia juga terus memperhatikan perkembangan harga sejumlah kebutuhan pokok. Pengendalian inflasi dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat, termasuk dengan memantau harga komoditas seperti telur ayam ras.

“Ini sama-sama kita waspadai agar kemudian daya beli masyarakat bisa kita jaga bersama,” ujarnya.

Baca Juga :  Plh Bupati Muara Enim Lepas 46 Orang Kafiah Menuju MTQ ke-29 di Palembang. 22-05-2022

 

Sementara itu, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih mengapresiasi pelaksanaan Gebyar QRIS PEKA yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Ia menilai penggunaan QRIS menjadi bagian penting dalam mengikuti perkembangan ekonomi digital, khususnya bagi pelaku usaha di Kabupaten Lahat.

 

“Dengan adanya QRIS, masyarakat semakin dimudahkan dalam melakukan transaksi. Pelaku UMKM juga harus mampu mengikuti perkembangan teknologi agar usahanya semakin berkembang,” tutur Widia.

 

Dalam kesempatan tersebut, Widia Ningsih turut meninjau sejumlah booth yang berpartisipasi.

Wabup bahkan mencoba langsung transaksi menggunakan QRIS di booth Bank Indonesia. Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungan ke booth Bank Sumsel Babel Lahat.

 

Kepala Cabang BSB Lahat Ari Lesmana menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang mendorong peningkatan literasi digital dan inklusi keuangan masyarakat.

 

Menurut Ari, pelaku UMKM memiliki peluang besar untuk memperluas usahanya dengan memanfaatkan sistem pembayaran digital.

Baca Juga :  Politisi Golkar Angkat Bicara, Terkait Ijasah Bupati

“QRIS memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku UMKM. Kami terus mendorong agar transaksi digital dapat digunakan secara aman, nyaman dan bertanggung jawab,” katanya.

 

Tak hanya menghadirkan UMKM dan perbankan, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan Pasar Murah Bulog.

Pasar murah tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat karena menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

 

Melalui Gebyar QRIS PEKA, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan perbankan berharap masyarakat Lahat tidak hanya semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menjaga keamanan saat bertransaksi.

 

Bagi pelaku UMKM, digitalisasi pembayaran diharapkan menjadi langkah awal untuk semakin siap menghadapi perubahan pola transaksi dan perkembangan ekonomi digital.