Sekdin Disdikbud OKU Timur Dodi Purnama,Tegaskan 90% Penyebab Kebakaran di SMPN 02 Korsleting Listrik

oleh -64 views
oleh

OKU Timur, IN – Tiga lokal kelas SMP Negeri 02 Bunga Mayang Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumsel pada sabtu 11/07/26 sekira pukul 14.43 wib terbakar.

Kejadian naas tersebut bersamaan pada saat para siswa-siswi (Pelajar) mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Dampak dari kejadian kebakaran tersebut tiga lokal kelas hangus terbakar di lahap si jago merah bila di tafsir kerugian materil mencapai ratusan juta rupiah.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur Wakimin, S.pd .M.M melalui Sekretaris Dinas Ir.H.Dodi Purnama, S.T, M.M didampingi Pengawas Pembina Hamzah Amir, Kepala Seksi (Kasi) Kesiswaan Himawan Bastari dan Tim Sarana Prasarana dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur meninjau langsung keadaan lokasi kejadian kebakaran tersebut.

Menurut Dodi, peristiwa kebakaran tersebut diduga berasal dari arus pendek (Korsleting) Listrik.

Kebakaran tiga gedung lokal belajar tersebut menurut pengamatan dan perhitungan kami 90 persen dari arus pendek (korsleting) listrik,” ungkap Dodi pada wartawan.

Ditambahkan Dodi, untuk kegiatan belajar mengajar dalam rangka MPLS siswa-siswi baru dapat kita pastikan tidak ada hambatan, karena SMPN 02 Bunga Mayang ini memiliki banyak gedung.

“Terkait pembenahan lokal gedung yang terbakar ini, atas pertimbangan dan saran bapak bupati OKU Timur nantinya di tahun 2027 akan kita programkan dari Dana Revitalisasi Pemerintah pusat dan bilamana andai Dana revitalisasi tidak memungkinkan kita minta bantuan kepada bapak bupati untuk dapat mengangarkan di tahun 2027 nanti , karena ini program prioritas kita,” jelas Dodi.

Dodi juga menjelaskan, “Dari hasil analisa tim teknis gedung kelas yang terbakar ini mengalami kerusakan sedang yang artinya masih bisa kita perbaiki, yang tidak bisa kita pakai seperti kusen, plapon dan atap , itu yang harus di ganti kembali sedangkan untuk tiang, dinding gedung itu bisa kita perbaiki,” pungkasnya.