Ia menjelaskan, program ini bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan implementasi nyata dari salah satu 10 Program Pokok PKK, yaitu semangat gotong royong. Ia mengingatkan bahwa rumah yang layak akan lebih bermakna jika penghuninya menjaga perilaku hidup sehat.
“Rumah ini bukan sekadar dinding dan atap, tapi tempat bernaung, tempat membesarkan harapan, dan tempat menumbuhkan cinta. Semoga menjadi rumahku surgaku bagi Ibu Elfiyah dan keluarga,” ucapnya.
Dr. Sheila juga menekankan bahwa keberhasilan bedah rumah bukan hanya tugas pemerintah, “Kita tidak bisa melaksanakannya sendirian. Harus ada gotong royong melibatkan Forkopimda, memanfaatkan dana desa, bahkan bantuan dari pemerintah pusat. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Suasana hangat itu menjadi penutup manis acara. Senyum Ibu Elfiyah yang kini memiliki rumah baru menjadi simbol bahwa kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong mampu membangun harapan baru, satu rumah demi satu rumah.





