Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis PWI Lahat Minta Polisi Tangkap Pelaku Kekerasan

oleh -11 views
oleh

Lahat, IN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lahat, meminta aparat penegak hukum dalam hal ini pihak Kepolisian segera mengungkap dan menangkap pelaku kekerasan terhadap jurnalis ketika melakukan liputan di depan Mapolda Sumsel, Selasa (13/10/2026) siang.

Ketua PWI Lahat, Ehdi Amin sangat menyayangkan terjadi kekerasan kepada para jurnalis yang sedang melakukan peliputan. Tak hanya itu, Ketua juga menyayangkan sikap Polisi dalam hal anggota Mapolda Sumsel yang dinilai lamban mencegah terjadinya kekerasan tersebut sehingga terjadi pemukulan.

“Jurnalis dalam menjalankan profesinya dilindungi undang undang. Kita sangat mengecam tindakan premanisme ini apalagi ini dilakukan di depan Polda Sumsel, ” Tegasnya.

Ehdi sendiri meminta agar Polisi segera mengungkap peristiwa ini dan menangkap pelaku pemukulan tersebut dikatakan Ehdi, salah satu jurnalis yang menjadi korban yakni wartawan Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post ketika melakukan liputan di depan Mapolda Sumsel, Selasa (13/10/2026) siang. Atas kejadian tersebut, korban bernama Rachmad Kurniawan menderita sejumlah luka dan harus dibawa ke RS Bhayangkara Palembang.

Rachmad menderita luka di pelipis dan hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Mulyadi, rekan kerja Rachmad sekaligus saksi mata, mengatakan Rachmad Kurniawan dianiaya sekitar oleh lima orang. Sebelum dianiaya, Rachmad sempat mengatakan dirinya adalah wartawan dan sedang melakukan peliputan di lokasi kejadian.

“Namun, ucapan Rachmad tidak menghentikan perbuatan para pelaku. Rachmad ini paling parah, dia dipukul dan diinjak,” kata Mulyadi.

Mulyadi sendiri ikut menjadi korban dari peristiwa ini. Bibir berdarah dan masih terus menetes saat dijumpai oleh rekan-rekan sesama media Kejadian bermula saat ada rombongan berbaju hitam membagikan masker di depan pintu masuk Polda Sumsel. Setelah itu, rombongan mahasiswa dari Kota Palembang datang untuk melakukan orasi.

Tetapi, belum melakukan orasi, dua rombongan ini malah kaos di lokasi,” kata wartawan salah satu televisi lokal ini. Masih dikatakan Mulyadi, kaos dua rombongan ini terjadi dari gerbang masuk Polda Sumsel di seberang MDP merembet hingga sampai ke Simpang Polda Sumsel atau di bawah flyover.

Rachmad, Mulyadi, dan beberapa wartawan lain lalu melakukan peliputan atas terjadinya kaos tersebut.
“Selanjutnya, kami diintimidasi oleh rombongan baju hitam tersebut untuk menghapus video yang sudah kami rekam, ponsel kami juga sempat dirampas,” kata Mulyadi.

Sayangnya, Mulyadi masih belum tahu persis identitas rombongan berbaju hitam tersebut. Ketika Rachmad dianiaya, Mulyadi mengatakan sempat mendekat untuk menolong karena pelaku yang menganiaya tidak ada niat untuk melepas.

“Itu sebabnya saya juga kena pukul. Saya sudah berusaha meminta tolong dengan anggota polisi di lokasi, tetapi tetap kami masih kena juga,” kata Mulyadi.

Ada juga tuduhan Rachmad membawa pisau, Mulyadi menegaskan itu tidak benar

“Kami sudah memberitahu kami wartawan dan sedang meliput, tetapi tidak diindahkan,” kata Mulyadi yang menderita luka di wajah dan bibir.