Reses Tahap III, Azmi Shofix Tanggapi Keluhan Petani Terkait Kelangkaan Pupuk

oleh -1.018 views

OKU Timur, IN Pada saat masa Reses Tahap III Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Dapil IV Kabupaten OKU Timur, Azmi Shofix, S.I.P. Fraksi Demokrat, mendengarkan keluhan masyarakat Kabupaten OKU Timur terkait masalah kelangkaan pupuk bersubsidi pada saat musim tanam berlangsung.

(alt="")Reses

Petani di beberapa Kecamatan antara lain Belitang, Belitang III, Belitang 2, Semendawai Suku 3, Belitang Mulya, Buay Madang Timur, Madang Suku II dan Belitang Jaya menyampaikan aspirasi yang sama yaitu susahnya mendapatkan pupuk pada musim tanam, dan hal ini sudah berlangsung selama beberapa tahun kebelakang.

“Kami kesulitan pupuk, padahal saat ini sudah memasuki musim tanam, kalau pupuk sulit kami takut tanaman padi kami tidak tumbuh dengan baik.” Kata Sarkun, Ketua kelompok tani Desa Pengadonan Kecamatan Buay Madang Timur, saat menyampaikan aspirasi kepada Anggota DPRD Sumsel dapil OKU Timur Azmi Shofix, S.I.P. saat agenda reses 11/12/2020.

Baca Juga :  Alex Kosasih Nakhoda Ormas LMP Markas Daerah Sumsel

Menanggapi kelangkaan pupuk di Dapilnya yaitu Kabupaten OKU Timur, Azmi Shofix, S.I.P. berjanji akan mendorong pihak-pihak terkait untuk melakukan sinergi menyelesaikan permasalahan kelangkaan pupuk pada setiap musim tanam.

“Kita ketahui bersama bahwa keluhan masyarakat terkait kelangkaan pupuk pada saat musim tanam ini sudah berlangsung beberapa tahun kebelakang, mungkin tidak hanya di OKU Timur tetapi juga di Kabupaten lain yang juga merupakan lumbung pangan. Saya fikir sudah waktunya ada sinergi dan komunikasi yang baik antara stakeholder terkait yaitu antara Poktan/Gapoktan, Dinas Pertanian, & PT. Pupuk Indonesia melalui anak usahanya yaitu PT. Pusri atau PT. Petro Kimia Gresik agar permasalahan kelangkaan pupuk ini dapat dicarikan solusinya.” Ujar Azmi.

Baca Juga :  Ketua PKK lahat Lidyawati Cik Ujang Rujuk Siti Zulhizah Ke Rumah Sakit Muhammad Husin Palembang.

“Komunikasi dan sinergi antara stakeholder ini terkait dengan pengisian RDKK yaitu Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok. RDKK harus sesuai potensi perencanaan tanam di setiap desa dan kecamatan, Sehingga nantinya diharapkan ada ketepatan alokasi pupuk yang dibutuhkan. Pupuk subsidi yang dialokasikan harus tepat jumlah yang dibutuhkan dan tepat waktu saat musim tanam tiba. Jangan sampai pada saat musim tanam petani sulit mendapatkan pupuk, yang pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas dari tanaman padi itu sendiri. Kasihan para petani kalau hasil panennya nanti tidak maksimal.” Imbuhnya

Tahun 2020 dilakukan koreksi terhadap alokasi pupuk bersubsidi menjadi 7,9 juta ton, dan sesuai Permentan 01/2020 sebanyak 10% dialokasikan sebagai cadangan pupuk, sehingga total yang akan didistribusikan sebanyak 7,1 juta ton.

Baca Juga :  Penerbitan Izin, Oknum ASN DPMPTSP Lahat Diduga Pungli

Selain itu azmi juga menambahkan, pada tahun 2020 Pembudidaya ikan tidak lagi diberikan pupuk subsidi, sedangkan pada tahun sebelumnya selalu mendapatkan pupuk subsidi. Saat ini pemerintah hanya fokus memberikan pupuk subsidi bagi petani yang melakukan usaha di bidang pertanian.

“Distribusi pupuk bersubsidi harus kita awasi bersama. Saya juga berharap distribusi Kartu Tani tahun 2021 dapat dimaksimalkan. Agar petani di Kabupaten OKU Timur bisa merasakan manfaat subsidi secara tepat sasaran. Serta dapat melakukan penebusan atau pembelian pupuk bersubsidi untuk lahan pertanian mereka. Yang jelas kita harus bersama para petani, pejuang ketahanan & kedaulatan pangan di negara kita.” Pungkas Azmi. Rill

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.